Terkini

KTNA Nasional Perkuat Pertanian, Perikanan dan Peternakan, Pendra Mokoagow Siap Bawa Program Boltim Bangkit ke Desa

BOLTIM — Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi momentum penting dalam memperkuat arah pembangunan sektor pertanian, perikanan dan peternakan hingga ke tingkat daerah dan desa.

Rembug Paripurna yang berlangsung 18–21 September 2026 tersebut diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini membahas arah organisasi, program kerja serta penguatan peran KTNA dalam mendukung pelaku utama sektor pertanian dan kelautan.

Dalam agenda pemilihan Ketua Umum KTNA Nasional periode 2026–2031, HM Yadi Sofyan Noor kembali dipercaya memimpin KTNA Nasional secara aklamasi pada Minggu (20/9/2026).

Dalam kepemimpinan periode baru, KTNA menekankan pentingnya organisasi yang mampu menjadi mitra pemerintah sekaligus membawa program pembangunan sampai kepada pelaku utama di lapangan, mulai dari kelompok, desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Penguatan tersebut mencakup modernisasi pertanian, pemanfaatan teknologi, peningkatan produktivitas, pengembangan kewirausahaan petani, peningkatan nilai tambah hasil produksi serta perluasan akses pasar.

Semangat tersebut dinilai relevan dengan arah pembangunan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui visi “Terwujudnya Bolaang Mongondow Timur yang Bangkit, Maju, dan Sejahtera berbasis Sumber Daya Lokal yang Berkelanjutan.”

Visi tersebut diperkuat dengan misi, antara lain memperkuat pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengoptimalkan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkelanjutan serta mewujudkan masyarakat yang berdaya saing dan sejahtera.

Dalam konteks tersebut, Pengurus KTNA Boltim Pendra Mokoagow menyatakan kesiapan untuk mendorong agar semangat KTNA Nasional dapat diterjemahkan dalam program yang menyentuh langsung masyarakat desa.

Pendra yang juga mencalonkan diri sebagai Sangadi Desa Moyongkota Pinonobatuan mengatakan sektor pertanian, perikanan dan peternakan harus menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa.

Menurutnya, potensi sumber daya lokal yang dimiliki desa harus dikembangkan melalui program yang terarah, mulai dari penguatan kelompok tani dan peternak, peningkatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan teknologi, pengolahan hasil produksi hingga membuka akses pemasaran.

“Semangat KTNA harus sampai ke desa. Pertanian, perikanan dan peternakan harus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ini sejalan dengan semangat Boltim Bangkit, yaitu membangun daerah berdasarkan potensi sumber daya lokal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Pendra.

Ia menilai desa memiliki posisi strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, menurut Pendra, program pembangunan tidak cukup hanya berhenti pada bantuan sarana produksi. Masyarakat juga perlu mendapatkan pendampingan, penguatan kelembagaan, akses teknologi, pengolahan pascapanen serta akses pasar sehingga hasil produksi memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Gagasan tersebut sejalan dengan arah KTNA Nasional yang mendorong petani tidak hanya menjadi produsen komoditas mentah, tetapi juga memiliki kemampuan kewirausahaan dan menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian.

Pendra mengatakan, jika diberikan kepercayaan masyarakat Moyongkota Pinonobatuan dirinya akan berupaya menjadikan potensi desa sebagai basis program pembangunan.

“Kita ingin masyarakat desa tidak hanya menjadi penerima program, tetapi menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi. Potensi pertanian, peternakan dan sektor perikanan harus dikelola secara produktif agar bisa meningkatkan pendapatan masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, Pemkab Boltim, KTNA, kelompok tani, kelompok nelayan, peternak, penyuluh, dunia usaha dan lembaga terkait.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar program dari tingkat kabupaten dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat di desa.

Dengan momentum Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026, Pendra berharap penguatan sektor pertanian dan pangan tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga semakin nyata di Kabupaten Boltim hingga tingkat desa.

“Boltim Bangkit harus dimulai dari kekuatan masyarakat dan potensi desa. Kalau petani, nelayan dan peternak kuat, maka ekonomi desa juga akan semakin kuat,” pungkasnya.

Related Articles

Back to top button