BoltimPemerintahan

Aksi Nyata di Pesisir Nuangan! Bupati Oskar Manoppo Pimpin Tanam Mangrove dan Bersih Pantai

Boltim, IDSulut.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali dibuktikan melalui aksi nyata.

Bupati Boltim, Oskar Manoppo SE MM, turun langsung memimpin kegiatan penanaman mangrove dan bersih-bersih pantai bersama masyarakat pesisir di Desa Loyow, Kecamatan Nuangan, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang mengangkat tema penanaman mangrove, bersih pantai, dan sosialisasi perikanan berkelanjutan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan sumber daya laut yang menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat.

Sejak pagi hari, kawasan pesisir Desa Loyow dipadati warga, kelompok nelayan, dan pegiat lingkungan yang bersama-sama melakukan aksi penanaman mangrove serta membersihkan sampah di sepanjang garis pantai.

Suasana kebersamaan dan gotong royong begitu terasa dalam kegiatan yang bertujuan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelompok Pengelolaan Akses Area Perikanan (PAAP) Elang Laut dan Sengkanaung Tongogina, dengan melibatkan masyarakat Desa Loyow, Kelompok Nelayan Elang Laut, Kelompok Nelayan Sengkanaung Tongogina, serta RARE Indonesia.

Dalam sambutannya, Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa laut merupakan aset berharga yang harus dijaga bersama.

Menurutnya, mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung alami kawasan pesisir sekaligus habitat berbagai jenis biota laut yang mendukung kehidupan nelayan.

“Melalui langkah sederhana hari ini, kita sedang menjaga ekosistem laut, melindungi sumber daya perikanan, dan mewariskan lingkungan yang lestari bagi generasi mendatang,” ujar Oskar.

Bupati menjelaskan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memiliki karakteristik wilayah pesisir yang membentang hampir di seluruh kawasan.

Kondisi tersebut menjadikan upaya pelestarian lingkungan laut sebagai salah satu prioritas penting pemerintah daerah.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, termasuk menjaga kebersihan pantai dan melestarikan kawasan mangrove yang memiliki banyak manfaat ekologis maupun ekonomis.

Selain aksi penanaman mangrove, kegiatan tersebut juga menjadi wadah dialog antara pemerintah daerah dan kelompok nelayan.

Dalam kesempatan itu, sejumlah nelayan menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi di lapangan, termasuk keterbatasan sarana pendukung patroli laut untuk mengawasi kawasan perairan dari aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Oskar Manoppo menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Boltim siap memberikan dukungan dan membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat guna mencari solusi terbaik.

“Pada prinsipnya Pemerintah Daerah sangat mendukung. Memang ada kewenangan yang berada di tingkat kementerian, tetapi melalui kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat, kita optimistis berbagai kebutuhan di lapangan dapat ditindaklanjuti bersama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Oskar menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi yang kuat antara masyarakat, kelompok nelayan, organisasi lingkungan, dan seluruh pemangku kepentingan agar upaya konservasi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga kelestarian pesisir Boltim.

“Insyaallah Pemerintah Daerah akan terus hadir bersama masyarakat dan lembaga terkait. Saya berharap kolaborasi ini terus terjaga sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan generasi yang akan datang,” pungkasnya.

Aksi di Desa Loyow ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan, tetapi juga melalui keterlibatan langsung pemerintah dan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan, pesisir Nuangan diharapkan tetap terjaga, produktif, dan lestari sebagai warisan berharga bagi masa depan Bolaang Mongondow Timur.

Related Articles

Back to top button