Proyek Geothermal PT PGE Masuk Tahap Persiapan Pengadaan Tanah, Bupati Oskar Tegaskan Anak Lokal Diprioritaskan
BOLTIM — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai mempersiapkan tahapan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum dalam rangka mendukung proyek eksplorasi panas bumi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) di wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Sosialisasi pengadaan tanah menjadi bagian dari tahapan penting menuju proses penetapan lokasi proyek. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan harapan dan aspirasi terkait manfaat kehadiran proyek geothermal di daerah.
Dalam tahapan pengadaan tanah tersebut, tercatat 36 pemilik lahan yang menjadi bagian dari proses.
Selain persoalan lahan, masyarakat Kecamatan Mooat juga menyampaikan harapan agar keberadaan proyek geothermal dapat memberikan manfaat langsung, khususnya dalam membuka peluang kerja bagi putra-putri daerah.
Masyarakat berharap anak-anak lokal yang saat ini sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi dapat memperoleh kesempatan bekerja di proyek geothermal setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Bupati Bolaang Mongondow Timur Oskar Manoppo, S.E., M.M., menegaskan bahwa pemerintah daerah akan mendorong agar masyarakat lokal mendapatkan manfaat dari keberadaan proyek tersebut.
“Anak-anak kita yang sedang kuliah, ketika selesai nanti, kita harapkan bisa bekerja di geothermal. Pemerintah daerah akan mendorong dan memprioritaskan tenaga kerja lokal sesuai mekanisme, kebutuhan dan kompetensi yang dipersyaratkan,” tegas Oskar.
Menurutnya, pembangunan proyek geothermal harus memberikan dampak positif bagi masyarakat, bukan hanya dari sisi investasi dan energi, tetapi juga pendidikan, peningkatan keterampilan dan kesempatan kerja.
Oskar juga menyampaikan adanya program beasiswa dari PT Pertamina Geothermal Energy yang diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal.
“Kalau kita ingin anak-anak daerah kita masuk dan bekerja di perusahaan, maka mereka harus kita persiapkan dari sekarang. Pendidikan menjadi kunci. Karena itu, peluang beasiswa dan peningkatan kompetensi harus dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Pimpinan Project: Tahapan Dilakukan Sesuai Mekanisme
Sementara itu, Tondo Wicaksono selaku Pimpinan Project (PM) menjelaskan bahwa proses yang sedang berjalan merupakan bagian dari tahapan persiapan proyek, termasuk sosialisasi pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
Tondo menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat dalam setiap tahapan proyek.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi hal penting agar proses pengembangan proyek geothermal dapat berjalan dengan baik dan sesuai ketentuan.
“Kami terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat dalam setiap tahapan yang dilaksanakan. Sosialisasi ini penting agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas mengenai proses dan tahapan pengadaan tanah untuk kepentingan umum,” ujar Tondo.
Terkait harapan masyarakat mengenai kesempatan kerja, pihak proyek juga memahami aspirasi agar keberadaan geothermal dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Peluang tenaga kerja lokal nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek, kompetensi serta mekanisme perekrutan yang berlaku.
Gubernur Delegasikan Pembentukan Tim Persiapan
Sekda.Moh.Iksan Pangalima dalam rangka memasuki tahapan penetapan lokasi proyek geothermal, delegasi dari Gubernur Sulawesi Utara memberikan mandat kepada Bupati Bolaang Mongondow Timur untuk membentuk Tim Persiapan Penetapan Lokasi.
Tim tersebut akan menjalankan berbagai tahapan yang berkaitan dengan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
Adapun susunan Tim Persiapan yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur yakni:
Ketua: Sekretaris Daerah Boltim, Moh. Iksan Pangalima
Sekretaris: Asisten I, Hendra Tangel
Anggota: Kasat Pol PP, Iklas Pasambuna
Anggota: Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Haris Pratama Sumanta
Anggota: Bagian Hukum Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Pembentukan tim tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh proses pengadaan tanah hingga tahapan penetapan lokasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku serta memberikan kepastian bagi masyarakat dan para pemilik lahan.
Bagi masyarakat Kecamatan Mooat, proyek geothermal PT PGE diharapkan tidak hanya menjadi investasi energi, tetapi juga membuka peluang baru bagi pendidikan, lapangan pekerjaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Harapan masyarakat pun sederhana: anak-anak daerah yang saat ini sedang menempuh pendidikan dapat kembali dan berkontribusi di daerah setelah menyelesaikan kuliah, termasuk mendapatkan kesempatan untuk bekerja dalam pengembangan proyek geothermal di Bolaang Mongondow Timur.



