Bolaang Mongondow RayaBoltimDaerah

Tes Narkoba di DPRD Boltim Belum Ditindaklanjuti, Masyarakat Mulai Pertanyakan Pernyataan Rahman Salahe

BOLTIM — Rencana pemeriksaan narkoba terhadap anggota DPRD Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang sebelumnya disinggung Rahman Salahe dalam konferensi pers hingga kini belum terlihat tindak lanjut secara terbuka.

Pernyataan tersebut sebelumnya menjadi perhatian masyarakat. Publik menunggu apakah pemeriksaan benar-benar akan dilaksanakan oleh pihak yang berwenang atau hanya berhenti sebagai pernyataan dalam konferensi pers.

Pemeriksaan narkoba sendiri tidak cukup hanya dilakukan secara seremonial. Untuk mendapatkan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan, pemeriksaan harus dilakukan melalui prosedur yang jelas, mulai dari pengambilan sampel, pemeriksaan awal, hingga konfirmasi laboratorium apabila ditemukan hasil positif.

Tes urine merupakan salah satu metode yang umum digunakan untuk pemeriksaan awal.

Selain urine, pemeriksaan juga dapat menggunakan darah, rambut maupun sampel biologis lainnya sesuai tujuan dan prosedur pemeriksaan.

Masyarakat Sudah Menunggu
Bahkan mengaku sudah mengetahui adanya rencana pemeriksaan narkoba terhadap para anggota DPRD Boltim.

Karena itu, apabila tidak ada tindak lanjut atau tidak ada penjelasan resmi, hal tersebut berpotensi menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat.

Anto Mamonto, salah seorang warga, mengatakan masyarakat saat ini hanya menunggu kejelasan atas pernyataan yang telah disampaikan dalam konferensi pers.

“Masyarakat sudah tahu akan ada pemeriksaan narkoba terhadap para anggota DPRD Boltim. Kalau kemudian tidak ada tanggapan atau pemeriksaan itu tidak dilaksanakan, tentu masyarakat akan bertanya-tanya,” kata Anto.

Menurutnya, apabila pernyataan tersebut tidak mendapatkan tindak lanjut, maka persoalan itu justru dapat berkembang menjadi isu yang tidak sedap bagi para anggota DPRD Boltim.

“Kalau tidak ada tindak lanjut, apa yang disampaikan Rahman Salahe bisa menjadi isu tidak sedap bagi anggota DPRD. Karena masyarakat sudah mendengar dan sekarang tinggal menunggu apakah benar dilakukan pemeriksaan atau tidak,” ujarnya.

Anto menambahkan,
masyarakat tidak ingin mengambil kesimpulan sendiri mengenai persoalan tersebut.

Menurutnya, kepastian justru dapat diperoleh apabila pemeriksaan benar-benar dilakukan melalui lembaga yang berwenang dan hasilnya disampaikan sesuai ketentuan.

Jangan Berhenti di Pernyataan
Dorongan pemeriksaan narkoba tersebut pada akhirnya menjadi tanggung jawab pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan maupun mengambil langkah sesuai aturan.

Jika pemeriksaan dilakukan, prosesnya diharapkan berlangsung objektif, transparan dan tidak tebang pilih. Sebaliknya, jika belum dapat dilaksanakan, pihak terkait juga diharapkan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai alasannya.

Dengan begitu, tidak muncul spekulasi di tengah publik mengenai apakah rencana pemeriksaan tersebut benar-benar ada atau hanya sebatas pernyataan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak DPRD Boltim maupun instansi terkait mengenai tindak lanjut pemeriksaan narkoba yang disinggung Rahman Salahe dalam konferensi pers.

Publik kini menunggu kejelasan dan tindak lanjut resmi atas pernyataan tersebut.

(Redaksi)

 

Related Articles

Back to top button