Bolaang Mongondow RayaKotamobagu

Warga Kampung Baru Soroti Pelayanan Air PDAM, Aktivis BMR: Jangan Hanya Berikan Alasan

KOTAMOBAGU — Keluhan warga Kampung Baru, eks Rumah Sakit, terkait pelayanan air bersih PDAM Bolmong-Kotamobagu kembali mencuat. Warga mempertanyakan kontinuitas distribusi air serta kesesuaian antara pemakaian yang tercatat pada meter pelanggan dengan kondisi air yang mereka terima.

Sejumlah warga mengaku aliran air tidak berlangsung secara normal. Pada waktu tertentu, air disebut baru mengalir pada dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 04.00 WITA. Bahkan, untuk memenuhi penampungan sekitar 250 liter, warga mengaku belum tentu mendapatkan air sesuai kebutuhan.

Di sisi lain, tagihan pelanggan tetap berjalan berdasarkan pencatatan meter. Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan apabila terdapat pemakaian lebih dari 10 meter kubik, sementara pasokan air yang diterima dinilai tidak sebanding dengan angka pemakaian yang tercatat.

Keluhan warga juga disebut kerap mendapat penjelasan berbeda. Saat musim hujan, persoalan dikaitkan dengan kondisi pipa, sementara ketika musim panas disebut terjadi penurunan debit air. Ada pula penjelasan mengenai pengecekan jaringan, pemeriksaan meter pelanggan, koordinasi dengan bagian distribusi hingga pemeriksaan BPK.

Warga mempertanyakan kapan berbagai penjelasan teknis tersebut dapat berujung pada penyelesaian konkret.

Aktivis BMR, Mat Abo’ Mokoginta, meminta PDAM Bolmong-Kotamobagu segera menindaklanjuti keluhan pelanggan dengan pemeriksaan langsung di lapangan.

“Kalau pelanggan diwajibkan membayar sesuai pemakaian, maka penyedia layanan juga harus memastikan pelayanan diberikan secara adil, transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Mat Abo’.

Menurutnya, persoalan teknis dalam jaringan distribusi air memang dapat terjadi. Namun, penjelasan teknis tidak seharusnya berhenti sebagai alasan tanpa kepastian penyelesaian.

“Kalau persoalannya pipa, periksa pipanya. Kalau debit air berkurang, jelaskan penyebabnya dan langkah penanganannya. Kalau meter dipersoalkan, lakukan pemeriksaan secara terbuka,” ujarnya.

Mat Abo’ juga meminta PDAM melakukan evaluasi terhadap distribusi air di kawasan Kampung Baru. Pemeriksaan bersama antara petugas dan pelanggan, menurutnya, perlu dilakukan apabila terdapat keberatan terkait meter maupun tagihan.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan pencatatan pemakaian sesuai dengan kondisi sebenarnya sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman antara pelanggan dan pihak PDAM.

“Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian dan solusi, bukan jawaban yang berulang-ulang tanpa kejelasan kapan masalah selesai,” katanya.

Warga Kampung Baru menegaskan mereka tidak meminta perlakuan khusus ataupun meminta air secara gratis. Mereka hanya menginginkan pelayanan air bersih yang layak dan sesuai dengan kewajiban pembayaran yang dibebankan kepada pelanggan.

Keluhan tersebut kini menjadi perhatian masyarakat agar PDAM Bolmong-Kotamobagu dapat memberikan penjelasan resmi sekaligus mengambil langkah konkret terhadap persoalan distribusi air di wilayah Kampung Baru.

Related Articles

Back to top button